SEKOLAHKU SEKOLAH PENGGERAK

Oleh : Inda Wuliyani, S.Pd. (Ustadzah Inda)

Sekolah Penggerak? Apa yang ada dibenak kalian saat membaca istilah tersebut? Terdengar asing bukan? Sebenarnya istilah “Sekolah Penggerak” sudah digaungkan pemerintah sejak tahun lalu. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengatakan perubahan di sekolah bisa dimulai dari sekolah-sekolah yang bisa menjadi contoh dalam kegiatan pembelajaran. Sekolah semacam inilah yang disebut Sekolah Penggerak “Saya mau kenalkan satu konsep sekolah penggerak. Sekolah penggerak adalah sekolah yang dapat menggerakkan sekolah-sekolah lain,” kata Nadiem dalam akun Youtube Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

            Alhamdulillah sekolahku, SD Islam Sabilillah Sidoarjo terpilih menjadi satu di antara sekolah penggerak pilihan pemerintah. Dengan terpilihnya sekolahku, banyak hal yang berubah, khususnya untuk Kepala Sekolah, Guru, dan siswa kelas I dan IV. Berawal dari saya yang berkesempatan mengikuti pelatihan komite pembelajaran bersama beberapa teman guru lainnya, kami mendapatkan ilmu dan informasi baru mengenai pendidikan terkait program penggerak. Istilah baru dengan makna lama yang diperbarui simpulku.

            Apa saja yang diperbarui? Sekolah Penggerak memperbarui paradigma belajar, dimana belajar harus disesuaikan dengan karakteristik siswa dan berpedoman pada profil pelajar Pancasila. Profil Pelajar Pancasila dibagi menjadi enam dimensi yaitu Beriman dan Berakhlakul Kharimah, Mandiri, Bernalar Kritis, Gotong Royong, Berkebhinekaan Global, dan Kreatif. Pembelajaran tak lagi mengacu pada teori semata, tetapi pembelajaran yang berbasis pada proyek. Sungguh perubahan yang memang diharapkan menjadi pedoman dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dengan pembelajaran berpusat pada siswa diharapkan dapat memberikan makna belajar yang bermakna dan menyenangkan sehingga siswa dapat menerima proses dan hasil belajar yang optimal tidak hanya di sekolah tetapi dalam kehidupan sehari-hari siswa. Tentunya harapan itu akan tetaplah menjadi harapan jikalau setiap elemen didalam sekolah tetap diam dan tak bergerak. Sekolah penggerak maka ya bergerak, itulah intinya, sangat mendasar. Kepala sekolah, guru, tenaga pendidikan laiinnya, siswa, orang tua siswa, lingkungan masyarakat harus ikut berpatisipasi dalam gerakan ini, barulah harapan itu insyaallah bisa tercapai. Saya tidak dapat membayangkan ketika harapan itu tercapai hal-hal luar biasa apakah yang bisa terjadi.

            Sekolahku sudah berupaya sebaik mungkin untuk menjadi sekolah penggerak. Kepala sekolah mengikuti pelatihan dan loka karya setiap bulannya. Enam Guru di sekolah saya juga sudah menjadi guru penggerak, guru pilihan yang lulus seleksi pemerintah. Guru penggerak memberikan informasi yang didapat dari pelatihan kepada teman guru. Semua elemen saling membantu untuk bergerak bersama demi terwujudnya pembelajaran yang sesuai harapan sekolah penggerak. Setiap dua kali dalam satu bulan kami dipantau oleh pelatih ahli. Kami menginformasikan praktik baik apa saja yang telah kami lakukan di sekolah. Dengan adanya berbagai kegiatan yang merujuk pada perubahan paradigma pembelajaran ini, kami mengharapkan bisa mencapai harapan-harapan kami sebagai Sekolah Penggerak sehingga kami bisa menjadi Sekolah panutan, tempat pelatihan, dan juga inspirasi bagi guru-guru dan kepala sekolah lainnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.